ASAL USUL KECAMATAN BALONGPANGGANG

Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik, terletak di arah barat daya dari Kota Gresik, berjarak sekitar 30 KM. Berbatasan dengan Kecamatan Mantup Lamongan, di sebelah barat. Sebelah timur Kecamatan Benjeng, sebelah selatan Kecamatan Dawarblandong Mojokerto dan sebelah utara Kecamatan Sarirejo Lamongan. Membawahi 25 administrasi pemerintahan desa, tipe daerah agraris, mayoritas mata pencaharian pertanian. Di kecamatan ini terkenal dengan “Pasar Kemis”, yaitu pasar hewan (sapi dan kambing) yang ada setiap hari Kamis. Dulu terletak di lapangan Surojenggolo Desa Kedungpring, namun sekarang sudah pindah Ke lapangan Desa Balongpanggang. Desa Balongpanggang menjadi ibu kota kecamatan. Kantor Muspika (Kecamatan Koramil dan Polsek ), Puskesmas, UPT Dinas Pendidikan berada di wilayah ini. Ramainya pasar desa Balongpanggang menjadi pusat bisnis dan perputaran uang, tempat berkumpulnya banyak orang, menambah terkenalnya desa ini. Ditambah lagi ada terminal Lyn BP, Balongpanggang-Pasar Turi, menjadi semakin dikenal bahkan sampai Surabaya. Asal-usul sejarah Balongpanggang Dari kata Balongpanggang, anda mungkin pernah berpikir Balong sama dengan “tulang”. Sehingga Balongpanggang diartikan tulang dipanggang. Kemudian anda membayangkan di daerah ini dahulu kala masyarakatnya sangat miskin dan serba kekurangan, hanya untuk mengganjal perut agar tidak keroncongan, mereka rela memanggang tulang hewan yang dagingnya sudah tidak ada lagi, untuk di makan. Wah ngeri tuh… :) Asal usul Balongpanggang menurut cerita rakyat yang berkembang, kisah ini berawal dari Sunan Giri III, yaitu Sunan Margi. Beliau melakukan perjalanan dari Giri (Gresik) menuju ke Majapahit. Jalur yang dilewati melalui Cerme, Benjeng, Balongpanggang menuju ke barat, Mantup Lamongan. Ketika sampai ditempat ini beliau berisitirahat. Sunan Margi adalah Raja ke tiga dari kerajaan Giri Kedaton. Sebagai raja kerajaan islam yang mendapat gelar Sunan, maka beliau juga berdakwah untuk mengenalkan Islam dan mengajak orang-orang untuk menyembah Allah swt. Islam waktu itu adalah agama baru bagi, mereka lebih terbiasa menyembah gerumbul, pohon-pohon tua, atau tempat-tempat angker sebagai persembahan untuk leluhur nenek moyang. Keyakinan baru yang dibawa Sunan Margi, agama Islam, menimbulkan ancaman bagi keyakinan/agama lama yang telah diyakini sejak moyangnya. Sehingga ketika Sunan Margi meminta ijin mengambil air wudlu di Balong (kolam/jublang sumber air) untuk melaksanakan sholat, warga menolak, tidak mengijinkan. Mereka memperlakukan Sunan Margi dengan tidak baik. Karena kehadiran Sunan Margi tidak diharapkan, beliau meneruskan perjalanan ke Mojopahit, lagipula di sini hanya mampir istirahat. Mengambil arah ke barat beliau menuju Mantup Lamongan. Sepeninggal sunan Margi, keanehan terjadi. Balong/kolam sumber air surut, kering kerontang. Dasarnya retak, merekah menganga seperti habis dibakar atau dipanggang. Mungkin ini adalah peringatan dari Allah swt, atas perlakuan warga kepada Sunan Margi, agar masyarakat sadar dan memeluk agama islam. Kemudian hingga sekarang tempat ini dikenal luas oleh masyarakat menjadi Balongpanggang. Kira-kira artinya kolam kering seperti dipanggang. Balong artinya kolam/jublang sumber air. Ini sesuai dengan keadaaan geografis saat ini. Desa Balongpanggang sumber air dari tanah, susah keluar, kalaupun ada jarang sekali dan rasanya asin, sehingga tidak bisa untuk diminum. Bahkan untuk mandi badan rasanya lengket (pliket) dan gerah. Masyarakat Balongpanggang memanfaatkan kolam (jublang, balong) sebagai tempat tandon air hujan, untuk mandi dan cuci. Sedangkan konsumsi minum dan memasak mengambil dari air telaga khusus. Saat musim kemarau air telaga kering, masyarakat membeli air dari gunung Mantup, atau ngangsu di desa tetangga yang sumber airnya mudah didapat, misalnya Desa Kedungsumber. Versi lain, kata Balong, banyak tertulis dalam buku peta desa lama, lebih dikenal dengan “Kretek Desa”. Balong berarti blok atau kelompok wilayah terkecil. Sebagai penjelasan pembanding, pada surat Pajak Bumi dan Bangunan, yang saya tahu, biasanya tertulis nomor persil/objek dan nomor blok. Setiap blok terbentuk dari seratusan lebih persil/objek tanah, dalam hal ini sawah ladang dan rumah. Ini sekelumit cerita yang bisa saya tuliskan, mohon maaf kalau jauh dari benar, mungkin karena saya orang Benjeng sehingga tidak tahu banyak wilayah ini, namun saya punya ikatan emosional dengan tempat ini karena Bapak saya asli Balongpanggang. Salam… About these ads Like this: Suka Be the first to like this. 34 Tanggapan ke “Asal-usul Balongpanggang” Pengumpan untuk Entri ini Alamat Jejakbalik 1. 1 Suwandi MPd November 25, 2009 pada 2:17 pm Hebat Cak, sampean lama-lama jadi ahli folsklor alias cerita lisan. salut cak atas perjuangan sampean Balas 2. 2 nggresik November 26, 2009 pada 7:43 am suip critone cak….asal bukan Manggang Balong :) Balas 3. 3 ilyasafsoh.com November 26, 2009 pada 8:22 pm insprational Balas 4. 4 mybenjeng November 30, 2009 pada 1:35 pm @suwandi nek jareku kok ancen kurang penggawean pak… ;) @nggresik nek manggang sate tambah suip… :) @ilyasafsoh thanks… Balas 5. 5 Axxesindo Pulsa Desember 24, 2009 pada 8:35 pm Panggang terusss ben abaaaannnnnggg…. Balas 6. 6 nurul fatah Februari 11, 2010 pada 10:03 am hebat… saya yg tnggal muali kecil di blpg, barru skrng tau kisah itu.. lanjutin broo… Balas 7. 7 nurul fatah Februari 11, 2010 pada 10:07 am jooozzzz….. Balas 8. 8 Dr yulian syahreza Maret 11, 2010 pada 8:20 pm Sejak kecil saya tinggal di benjeng, saya baru tahu tentang asal usul tempat tinggal saya. Terlepas itu hanya cerita dongeng atau fakta, tp membaca tulisan anda membuat saya kangen dengan suasana kampung halaman saya. Teruskan perjuangan, saya bangga mengetahui ada orang seperti anda dari daerah saya.. Balas 9. 9 Dr yulian syahreza ma'ruf Maret 11, 2010 pada 8:22 pm Sejak kecil saya tinggal di benjeng, saya baru tahu tentang asal usul tempat tinggal saya. Terlepas itu hanya cerita dongeng atau fakta, tp membaca tulisan anda membuat saya kangen dengan suasana kampung halaman saya. Teruskan perjuangan, saya bangga mengetahui ada orang seperti anda dari daerah saya. Balas 10. 10 cakpen91 April 19, 2010 pada 6:52 pm Mantaps Cak, MAngkane iki sing nggarahi benjeng, bl panggang SUSAH BANYU..sumur ae gak metu, gara gara musuhi wali…mangkane wonng wong ojo nglawan gusti Alloh. Padahal Giri ambek benjeng bl panggang kan gak adoh. Wis suwi nek benjeng lang bl panggang islame abangan, kebanyakan nyembah uwit sing gede… Salam Cakpen Balas 11. 11 jocybumb Juli 6, 2010 pada 1:44 pm oww..gitu ta mas ceritanya..dari dulu masih penasaran, sampe tanya bapak g ngerti juga. trus apa ada hubungannya ma Balongsari g Mas. Balas 12. 12 samsul Juli 14, 2010 pada 10:31 am Ijin Bos,,ceritone tak cuplik nang website smp 1 blpg !. Balas * 13 mybenjeng Agustus 23, 2010 pada 10:37 am monggo cak samsul. suwun Balas 13. 14 Edy Suroso Agustus 22, 2010 pada 7:17 am dari dulu aku penasaran, kenapa namanya Balong panggang. Ternyata masuk akal tulisan riko cak… Balas * 15 mybenjeng Agustus 23, 2010 pada 10:35 am @Edy Suroso suwun cak edy Balas 14. 16 juneri September 16, 2010 pada 11:24 pm MOSOK CERITANE NGONO aku kaet cilik lair nang bl pg kok gak tau weruh sing temen ae cak Balas 15. 17 juneri September 16, 2010 pada 11:29 pm MOSOK CERITANE NGONO aku kaet cilik lair nang bl pg kok gak tau weruh sing temen ae cak TEMEN TAH NGARANG DEWE Balas * 18 mybenjeng November 22, 2010 pada 1:53 pm riko iku dikandani kok… :) Balas 16. 19 nanoe triono September 29, 2010 pada 11:50 pm tambahan bro ” ada unen – unen di balongpanggang yang pyan wajib tahu…” ……… lek ketigo ORA ISO CEWOK… lek rendeng ORA ISO NDODOK…. AREK KAMPUNG bALONGPANGGANG ASLI…. Balas * 20 asyharuddin Januari 3, 2012 pada 7:12 pm saiki gak ngono bro, balongpanggang wis hebat, arek kampung balong panggang palsu Balas 17. 21 Madiez arek baraty November 6, 2010 pada 3:04 am Suwon infone lur.. Balas 18. 22 asd November 21, 2010 pada 3:26 am cak nunut takon…OM Sera teko daerah kene yo? eh…bener opo gak? Balas * 23 mybenjeng November 22, 2010 pada 1:52 pm iyo bener iku… markase pertelon pasar ngalor 100 meter… Balas 19. 24 syafiul anam Januari 28, 2011 pada 9:02 pm aku anak balongpanggang cak !! Balas 20. 25 ayu shinta Februari 21, 2011 pada 2:55 am @nanoe triono>>> - Meski gagg iso cewok tpi peper lak iso se,,, - Meski gagg iso ndodok tpi enak langsung kenter gagg usah atek nyiram,, @mybenjeng>> - suwon cak infone,, kat cilik leh ku meker sampek rambutku protol,, Opo asal usule balong panggang, . sukse selalu.. Wsalam : Artang ” Arek tanggulangin “ Balas 21. 26 dila Juli 18, 2011 pada 12:08 pm hahaha ru tau klu blpg begunu critanyo,.,.,. Balas 22. 27 hafid November 17, 2011 pada 10:48 am q g’ setuju q trmask orang balongpanggang g’terima klw dikata’in kekurangan air Balas 23. 28 Tengku Rondo Alkafir April 8, 2012 pada 5:39 pm tpi aku krasan nang balongpanggang kok Balas 24. 29 Tengku Rondo Alkafir April 8, 2012 pada 5:42 pm balongpanggang mantab ketekan sunan margi penyebab minimnya air.mudah2an sunan margi puas2…. Balas 25. 30 bazent_ABC-kawung Mei 5, 2012 pada 5:55 pm yow sek iki ono legenda bl panggang di blog.tp penulisx bkn orang blpg. Soale anak bl panggang lg sibuk neng WARUNG UYOL… SALUTZ NAK BENJENG Balas 26. 31 yanto Mei 17, 2012 pada 8:13 pm mas mybenjeng.saya minta tlg pda tmen2 disini.saya khilangan mbil truck dgn npol S 9209 UN THN 03.KBIN DPAN ADA TLSAN DELA LENY.BAK WARNA UNGU/MERAH MATENG ADA TLSAN SUMBER MAKMUR.bila menemukan pasti ada imblanx trims sblumnx ato bs hbg saya dnpe 085648170382.mungkn brda dwlyah mas2. Balas 27. 32 dingclick Juni 4, 2012 pada 7:56 pm siiiiiip lahh. oke artikelnya lam kenal http://www.clickberita.blogspot.com blog saya rentan buanget maklum baru belajar. Balas 28. 33 jarot arif Oktober 26, 2012 pada 1:25 pm TETAP BALONGPANGGANG ITB Balas 29. 34 mo'ikan Oktober 28, 2012 pada 10:31 pm ini_pak_wandi_yg_pernah_ngajarin_saya_pelajaran_pembukuan&jasa_itukah??_waah…super Balas Tinggalkan Balasan Batalkan balasan Enter your comment here... Fill in your details below or click an icon to log in: * * * * Gravatar Surel (wajib) (Address never made public) Nama (wajib) Situs web WordPress.com Logo You are commenting using your WordPress.com account. ( Log Out / Ubah ) Twitter picture You are commenting using your Twitter account. ( Log Out / Ubah ) Facebook photo You are commenting using your Facebook account. ( Log Out / Ubah ) Batal Connecting to %s Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik. « Saya Aseli Nggersik Angkutan Umum Gresik » Menjadi satu bagian kecil yang bangun kota ini… Walau tulisannya mungkin jauh dari kesan Gresik

SEJARAH PONDOK PESANTREN QOMARUDDIN




Add caption
Sejarah Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik Posted on December 9, 2010 by xmu01 Pondok Pesantren Qomaruddin terletak di Dusun Sampurnan, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur, lebih kurang 17 km dari pusat kota Gresik menuju ke utara, atau tepatnya 200 meter sebelah barat Kantor Kecamatan Bungah. Wilayah Kecamatan Bungah merupakan daerah konsentrasi pondok pesantren dan pendidikan umum di wilayah kabupaten Gresik belahan utara. Di Desa Bungah, selain pondok pesantren Qomaruddin, terdapat pula pondok pesantren-pondok pesantren lain. Di antaranya ialah pondok pesantren Al-Islah, Asrama Pesantren Ta’limul Qur’an, Pondok Pesantren An-Nafi’iyah dan Pondok Pesantren Baiturrahman. Keempat pesantren tersebut masih dalam satu jalinan keluarga dengan Pondok Pesantren Qomaruddin, yang berdiri sendiri-sendiri secara otonom, baik dalam pengelolaan ke dalam maupun urusan ke luar. Selain itu, sebagian besar santri-santri keempat pondok pesantren tersebut mengikuti kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Qomaruddin, khususnya pada pendidikan formal. Pondok Psantren Qomaruddin Sampurnan Bungah didirikan oleh kiai Qomaruddin. Bagaimana dan mengapa kiai Qomaruddin mendirikan pondok pesantren di Sampurnan Bungah? Pada awalnya, beliau mendirikan pesantren di Desa Kanugrahan (dekat Pringgoboyo), Kecamatan Meduran, Kabupaten Lamongan. Pesantren yang didirikan itu diberi nama Pesantren Kanugrahan. Tahun berdirinya pesantren itu ditandai dengan candra sengkala “Rupo Sariro Wernaning Jilma” (1681/S/1753 M). Dalam waktu singkat, Pesantren Kanugrahan sudah di kenal di daerah sekitarnya. Jumlah santri mencapai sekitar 300 orang (jumlah yang sangat besar waktu itu). Beberapa tahun kemudian, kiai Qomaruddin ingin pergi ke Gresik. Tujuannya untuk menemuhi santrinya (Tirtorejo, keturunan Kanjeng Sunan Giri) yang kala itu telah menduduki jabatan sebagai tumenggung di Gresik. Dalam perjalanannya menuju Gresik, tempat pertama yang disinggahi adalah Desa Morobakung, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Di desa ini beliau mendirikan rumah dan surau sebagai tempat mengajarkan ilmu agama. Tidak diketahui dengan pasti, berapa tahun kiai Qomaruddin bermukim di Desa Morobangkung itu. Hanya diceritakan bahwa ada tiga keluarganya yang meninggal dunia dan dimakamkan di desa itu. Di antaranya adalah ibu mertua, putrinya (yang dikenal dengan sebutan Mbok Dawud), dan cucu putrid menantunya. Makam keluarganya terletak berderet, sehingga sampai sekarang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan makam jejer telu (makam yang berjejer tiga). Menurut masyarakat setempat, nama desa Morobangkung diduga berasal dari kata moro dan bakung. Moro artinya datang, bakung adalah singkatan dari kata embah kakung (kakek). Embah kakung yang dimaksud tidak lain ialah kiai Qomaruddin kedessa tersebut diterima sebagai datangnya seorang sesepuh (moro-ne embah-kakung) yang sangat diharapkan dan dicintai masyarakat. Sebutan itu terabadikan menjadi nama sebuah desa hingga sekarang. Tak lama kemudian, kiai Qomaruddin meninggalkan Desa Morobakung. Beliau menyeberangi Bengawan Solo kearah utara, tapatntya menuju Desa Wantilan, tak jauh dari Desa Morobakung. Kepergian ini semata-mata ingin mencari lokasi yang dianggap sebagai tempat yang cocok untuk mendirikan sebuah pesantren seperti yang diharapkannya. Ada lima kriteria yang diidealkan oleh kiai Qomaruddin untuk lokasi pesantren, yaitu 1. Dekat dengan pemerintahan (untuk memudahkan hubungan dengan pusat kekuasaan) 2. Dekat dengan jalan raya (untuk memudahkan jalan transportasi) 3. Dekat dengan pasar (untuk memudahkan kebutuhan pokok) 4. Dekat dengan Hutan (untuk memudahkan mencari kayu baker dan kebutuhan pokok lainnyas) 5. Air yang mencukupi kebutuhan keluarga dan santri. Pertimbangan “material” tersebut kemudian dipadu dengan hasil istikharah. Hasilnya menunjukkan bahwa beliau harus mengembara lagi untuk kesekian kalinya dalam rangka menentukan tempat pondok pesantren yang tepat. Sampai kemudian kiai Qomaruddin di suatu tempat yang terletak di antara Masjid Gede Bungah dan kantor Distrik Kecamatan Bungah. Rupanya, di tempat itu kiai Qomaruddin mendapatkan firasat yang baik sesuai dengan cita-citanya. Akhirnya di tempat itu pulalah beliau mendirikan pondok pesantren, tepatnya pada 1775 M/1188 H. kanjeng Tumenggung irtorejo (K. yudonegoro) memberi nama bagi pesantren yang baru didirikan kiai Qomaruddin itu dengan Pesantren Sampurnan Nama dan Sesepuh Pondok Pesantren Qomaruddin Sesepuh Pondok Pesantren Sampurnan, Mbah KH. Zubair Abdul Karim menyebutkan bahwa pemberian nama Pondok Pesantren Sampurnan itu merupakan isyarat dan harapan agar kiai Qomaruddin dan anak cucunya tetap menetap di Sampurnan. Sebab dukuh Sampurnan merupakan tempat yang baik, utamanya bagi berdiri dan berkembanganya sebuah pondok pesantren. Mbah Zubair menambahkan bahwa kata sampurnan merupakan akronim (kependekan) dari kata sampurno temenan (benar-benar sampurna). Pada tahun 60-an, atas inisiatif kiai Hamim Shalih (putra Kiai Shilih Musthafa), pesantren ini diberi nama Darul Fiqih. Menurutnya, nama itu cocok karena beberapa pertimbangan, antara lian: 1. Kitan yang banyak menjadi rujukan pengajaran, terutama sejak kepemimpinan Kiai Moh. Sholih Tsani adalah kitab-kitab fiqih, 2. Harapan agar pesantren ini dapat mencetak kader-kader ahli fiqih yang dapat menerapkan ilmunya di masyarakat, 3. Pesantren ini menjadi rujukan penetapan hukum bagi masyarakat sekitarnya. Pada pertengahan tahun 70-an, pesantren ini diubah namanya menjadi Pondok Pesantren Qomaruddin. Nama itu dinisbatkan kepada pendirinya, kiai Qomaruddin sekaligus dalam rangka tabarruk (mengharapkan barakah) kepada pendirinya. Sampai sekarang, nama Pondok Pesantren Qomaruddin inilah yang secara resmi atau secara formal administrative dipergunakan, baik untuk keperluan internal maupun eksternal. Dikatakan secara resmi atau secara formal administrative, karena sejak tahun 1972, telah dibentuk yayasan pengelolah pendidikan di pesantren dengan nama “Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin”. Dalam usianya yang telah mencapai dua abad lebih, secara berturut-turut pesantren Qomaruddi dipimpin oleh dzurriyat (keturunan) kiai Qomaruddin yang ditetapkan melalui musyawarah keluarga. Dalam tradisi pesantren Qomaruddin, suksesi kepemimpinan dilakukan pada saat pemangku pulang kerahmatullah (meninggal dunia). Sebelum dilakukan sholat jenazah dan pemakaman, para sesepuh pesantren yang terdiri atas dzurriyat (keturunan) kiai Qomaruddin bermusyawarah untuk menentukan yang berhak menjadi pemangku (pemimpin) berikutnya. Di antara kreteria utama yang menjadi pertimbangan adalah, pertama, hubungan kekerabatan. Kedua, kemampuan membaca kitab. Ketiga, penguasaan terhadap ilmu agama. Keempat, pengabdian di pesantren. Kelima, dikenal oleh masyarakat luas. Sampai saat ini pemangku (kepemimpinan) di Pondok Pesantren Qomaruddin sudah mengalami pergantian sebanyak tujuh kali (tujuh generasi). Para pemangku yang dimaksud ialah: 1. Kiai Qomaruddin, pendiri Pondok Pesantren Qomaruddin (1775 – 1783) 2. Kiai Harun (Kiai Shalih Awwal) (1801 – 1838M/1215 – 1254H) 3. Kiai Basyir, memangku tahun (1838 – 1862M/1254 -1279H) 4. Kiai Nawawi (Kiai Shalih Tsani) pada tahun (1862 – 1902M/1279 – 1320H) 5. Kiai Ismail, memangku tahun (1902 – 1948 M/1320 – 1368H) 6. Kiai Shalih Musthafa pada tahun 1948 – 1982/1368 – 1402H) 7. Kiai Ahmad Muhammad al-Hammad, memangku tahun (1982M/1402H) Di masa kepemimpinan Kiai Ahmad Muhammad al-Hammad (1982 – sekarang), perkembangan pendidikan semakin maju. Terbukti, animo masyarakat terhadap TPP Qomaruddin semakin besar. Karena itu, untuk memenuhi keinginan mereka, pada tahun 1987 dibuka perguruan tinggi bernama Universitas Qomaruddin (Unmar) program strata 1 (S1), dan insya Allah pada tahun ini (tahun akademik: 2002 – 2003) akan dibuka program strata 2 (S2) dengan kosentrasi Manajemen Pendidikan. Dalam mengembangkan di lingkungan Pondok Pesantren Qomaruddin, visi dan misi dipandang sangat penting untuk menyatukan presepsi, pandangSejarah Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik Posted on December 9, 2010 by xmu01 Pondok Pesantren Qomaruddin terletak di Dusun Sampurnan, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur, lebih kurang 17 km dari pusat kota Gresik menuju ke utara, atau tepatnya 200 meter sebelah barat Kantor Kecamatan Bungah. Wilayah Kecamatan Bungah merupakan daerah konsentrasi pondok pesantren dan pendidikan umum di wilayah kabupaten Gresik belahan utara. Di Desa Bungah, selain pondok pesantren Qomaruddin, terdapat pula pondok pesantren-pondok pesantren lain. Di antaranya ialah pondok pesantren Al-Islah, Asrama Pesantren Ta’limul Qur’an, Pondok Pesantren An-Nafi’iyah dan Pondok Pesantren Baiturrahman. Keempat pesantren tersebut masih dalam satu jalinan keluarga dengan Pondok Pesantren Qomaruddin, yang berdiri sendiri-sendiri secara otonom, baik dalam pengelolaan ke dalam maupun urusan ke luar. Selain itu, sebagian besar santri-santri keempat pondok pesantren tersebut mengikuti kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Qomaruddin, khususnya pada pendidikan formal. Pondok Psantren Qomaruddin Sampurnan Bungah didirikan oleh kiai Qomaruddin. Bagaimana dan mengapa kiai Qomaruddin mendirikan pondok pesantren di Sampurnan Bungah? Pada awalnya, beliau mendirikan pesantren di Desa Kanugrahan (dekat Pringgoboyo), Kecamatan Meduran, Kabupaten Lamongan. Pesantren yang didirikan itu diberi nama Pesantren Kanugrahan. Tahun berdirinya pesantren itu ditandai dengan candra sengkala “Rupo Sariro Wernaning Jilma” (1681/S/1753 M). Dalam waktu singkat, Pesantren Kanugrahan sudah di kenal di daerah sekitarnya. Jumlah santri mencapai sekitar 300 orang (jumlah yang sangat besar waktu itu). Beberapa tahun kemudian, kiai Qomaruddin ingin pergi ke Gresik. Tujuannya untuk menemuhi santrinya (Tirtorejo, keturunan Kanjeng Sunan Giri) yang kala itu telah menduduki jabatan sebagai tumenggung di Gresik. Dalam perjalanannya menuju Gresik, tempat pertama yang disinggahi adalah Desa Morobakung, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Di desa ini beliau mendirikan rumah dan surau sebagai tempat mengajarkan ilmu agama. Tidak diketahui dengan pasti, berapa tahun kiai Qomaruddin bermukim di Desa Morobangkung itu. Hanya diceritakan bahwa ada tiga keluarganya yang meninggal dunia dan dimakamkan di desa itu. Di antaranya adalah ibu mertua, putrinya (yang dikenal dengan sebutan Mbok Dawud), dan cucu putrid menantunya. Makam keluarganya terletak berderet, sehingga sampai sekarang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan makam jejer telu (makam yang berjejer tiga). Menurut masyarakat setempat, nama desa Morobangkung diduga berasal dari kata moro dan bakung. Moro artinya datang, bakung adalah singkatan dari kata embah kakung (kakek). Embah kakung yang dimaksud tidak lain ialah kiai Qomaruddin kedessa tersebut diterima sebagai datangnya seorang sesepuh (moro-ne embah-kakung) yang sangat diharapkan dan dicintai masyarakat. Sebutan itu terabadikan menjadi nama sebuah desa hingga sekarang. Tak lama kemudian, kiai Qomaruddin meninggalkan Desa Morobakung. Beliau menyeberangi Bengawan Solo kearah utara, tapatntya menuju Desa Wantilan, tak jauh dari Desa Morobakung. Kepergian ini semata-mata ingin mencari lokasi yang dianggap sebagai tempat yang cocok untuk mendirikan sebuah pesantren seperti yang diharapkannya. Ada lima kriteria yang diidealkan oleh kiai Qomaruddin untuk lokasi pesantren, yaitu 1. Dekat dengan pemerintahan (untuk memudahkan hubungan dengan pusat kekuasaan) 2. Dekat dengan jalan raya (untuk memudahkan jalan transportasi) 3. Dekat dengan pasar (untuk memudahkan kebutuhan pokok) 4. Dekat dengan Hutan (untuk memudahkan mencari kayu baker dan kebutuhan pokok lainnyas) 5. Air yang mencukupi kebutuhan keluarga dan santri. Pertimbangan “material” tersebut kemudian dipadu dengan hasil istikharah. Hasilnya menunjukkan bahwa beliau harus mengembara lagi untuk kesekian kalinya dalam rangka menentukan tempat pondok pesantren yang tepat. Sampai kemudian kiai Qomaruddin di suatu tempat yang terletak di antara Masjid Gede Bungah dan kantor Distrik Kecamatan Bungah. Rupanya, di tempat itu kiai Qomaruddin mendapatkan firasat yang baik sesuai dengan cita-citanya. Akhirnya di tempat itu pulalah beliau mendirikan pondok pesantren, tepatnya pada 1775 M/1188 H. kanjeng Tumenggung irtorejo (K. yudonegoro) memberi nama bagi pesantren yang baru didirikan kiai Qomaruddin itu dengan Pesantren Sampurnan Nama dan Sesepuh Pondok Pesantren Qomaruddin Sesepuh Pondok Pesantren Sampurnan, Mbah KH. Zubair Abdul Karim menyebutkan bahwa pemberian nama Pondok Pesantren Sampurnan itu merupakan isyarat dan harapan agar kiai Qomaruddin dan anak cucunya tetap menetap di Sampurnan. Sebab dukuh Sampurnan merupakan tempat yang baik, utamanya bagi berdiri dan berkembanganya sebuah pondok pesantren. Mbah Zubair menambahkan bahwa kata sampurnan merupakan akronim (kependekan) dari kata sampurno temenan (benar-benar sampurna). Pada tahun 60-an, atas inisiatif kiai Hamim Shalih (putra Kiai Shilih Musthafa), pesantren ini diberi nama Darul Fiqih. Menurutnya, nama itu cocok karena beberapa pertimbangan, antara lian: 1. Kitan yang banyak menjadi rujukan pengajaran, terutama sejak kepemimpinan Kiai Moh. Sholih Tsani adalah kitab-kitab fiqih, 2. Harapan agar pesantren ini dapat mencetak kader-kader ahli fiqih yang dapat menerapkan ilmunya di masyarakat, 3. Pesantren ini menjadi rujukan penetapan hukum bagi masyarakat sekitarnya. Pada pertengahan tahun 70-an, pesantren ini diubah namanya menjadi Pondok Pesantren Qomaruddin. Nama itu dinisbatkan kepada pendirinya, kiai Qomaruddin sekaligus dalam rangka tabarruk (mengharapkan barakah) kepada pendirinya. Sampai sekarang, nama Pondok Pesantren Qomaruddin inilah yang secara resmi atau secara formal administrative dipergunakan, baik untuk keperluan internal maupun eksternal. Dikatakan secara resmi atau secara formal administrative, karena sejak tahun 1972, telah dibentuk yayasan pengelolah pendidikan di pesantren dengan nama “Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin”. Dalam usianya yang telah mencapai dua abad lebih, secara berturut-turut pesantren Qomaruddi dipimpin oleh dzurriyat (keturunan) kiai Qomaruddin yang ditetapkan melalui musyawarah keluarga. Dalam tradisi pesantren Qomaruddin, suksesi kepemimpinan dilakukan pada saat pemangku pulang kerahmatullah (meninggal dunia). Sebelum dilakukan sholat jenazah dan pemakaman, para sesepuh pesantren yang terdiri atas dzurriyat (keturunan) kiai Qomaruddin bermusyawarah untuk menentukan yang berhak menjadi pemangku (pemimpin) berikutnya. Di antara kreteria utama yang menjadi pertimbangan adalah, pertama, hubungan kekerabatan. Kedua, kemampuan membaca kitab. Ketiga, penguasaan terhadap ilmu agama. Keempat, pengabdian di pesantren. Kelima, dikenal oleh masyarakat luas. Sampai saat ini pemangku (kepemimpinan) di Pondok Pesantren Qomaruddin sudah mengalami pergantian sebanyak tujuh kali (tujuh generasi). Para pemangku yang dimaksud ialah: 1. Kiai Qomaruddin, pendiri Pondok Pesantren Qomaruddin (1775 – 1783) 2. Kiai Harun (Kiai Shalih Awwal) (1801 – 1838M/1215 – 1254H) 3. Kiai Basyir, memangku tahun (1838 – 1862M/1254 -1279H) 4. Kiai Nawawi (Kiai Shalih Tsani) pada tahun (1862 – 1902M/1279 – 1320H) 5. Kiai Ismail, memangku tahun (1902 – 1948 M/1320 – 1368H) 6. Kiai Shalih Musthafa pada tahun 1948 – 1982/1368 – 1402H) 7. Kiai Ahmad Muhammad al-Hammad, memangku tahun (1982M/1402H) Di masa kepemimpinan Kiai Ahmad Muhammad al-Hammad (1982 – sekarang), perkembangan pendidikan semakin maju. Terbukti, animo masyarakat terhadap TPP Qomaruddin semakin besar. Karena itu, untuk memenuhi keinginan mereka, pada tahun 1987 dibuka perguruan tinggi bernama Universitas Qomaruddin (Unmar) program strata 1 (S1), dan insya Allah pada tahun ini (tahun akademik: 2002 – 2003) akan dibuka program strata 2 (S2) dengan kosentrasi Manajemen Pendidikan. Dalam mengembangkanan, cita-cita, serta harapan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Keberhasilan dan reputasi sebuah lembaga pendidikan akan bergantung sejauh mana visi dan misi yang diembannya dapat terpenuhi. Oleh karena itu, diperlukan rumusan-rumusan yang jelas atas visi dan misi tersebut yang diharapkan dapat memberikan motivasi dan kekuatan gerak untuk mencapai prestasi menuju pendidikan pesantren masa depan dengan berbagai keunggulan.

SEJARAH KITA:

Sejarah Humor

      Humor mungkin sudah ada sejak manusia mengenal bahasa, atau bahkan lebih tua. Humor sebagai salah satu sumber rasa gembira, mungkin, sudah menyatu dengan kelahiran manusia. 

      Jika dilacak asal usulnya, humor berasal dari kata latin umor yang berarti cairan. Sejak 400 SM orang yunani beranggapan bahwa suasana hati manusia ditentukan oleh empat macam cairan di dalam tubuh, yaitu darah (sanguis), lendir (phlegm), empedu kuning (chlorer), empedu hitam (melancholy). 

      Perimbangan jumlah cairan tersebut menentukan suasana hati. Kelebihan salah satu diantaranya akan membawa suasana tertentu. Darah menentukan suasana gembira (sanguine) lendir menentukan suasana tentang dan dingin (phlegmatic), empedu kuning menentukan suasana marah (chloreric), dan empedu hitam menentukan suasana sedih (melancholic). 

      Tiap cairan tersebut mempunyai karakteristik tersendiri dalam mempengaruhi setiap orang. Kekurangan darah menyebabkan orang tidak pemarah, kelebihan empedu kuning menyebabkan jadi angkuh, pendendam, ambisius, dan licik (Manser, 1989).

      Teori pertama ini merupakan upaya untuk menjelaskan tentang sesuatu yang disebut humor. Namun demikian, ajaran yang disusun oleh plato ini tampaknya sudah tidak ada hubungannya dengan pengertian umum di zaman sekarang. Dalam perkembangan selanjutnya selama berabad-abad lahirlah segala macam teori yang berupaya mendefinisikan humor, yang mengacu pada artina humor seperti yang sekarang lazim dimaksudkan, yang ada hubungannya dengan segala sesuatu yang menbuat orang menjadi tertawa gembira. 

      Perkembangan  humor di inggris sudah terlembaga sejak abad ke-16 (calley, 1997). pada masa tersebut, terdapat penulis dan pemain teater humor yang sering disebut pemain komedi. Komedian yang terkenal yaitu Ben Jhonson, yang satu karyanya berjudul man out of his humor. Karya tersebut memperlihatkan dua bentuk humor yang berbeda dalam kehidupan, yaitu humor dalam kata-kata dan humor dalam tingkah laku. Abad ke-17 merupakan zaman yang sangat pesat bagi perkembangan humor di inggris, terutama dalam hal teater komedi dan naskah humor. Teater komedi akhirnya menjadi tradisi masa selanjutnya.

      Pertengahan abad ke-18, teater humor bermetamorfosa menjadi satire. Sampai akhir abad ke-18, bentuk teater tersebut menjadi mode di seluruh daratan Eropa. Abad ke-19 humor di Eropa menentukan bentuk baru dalam bentuk komik. Abad itu ditandai dengan munculnya berbagai macam komik humor dari Jerman, yang kemudian menjadi kegemaran seluruh daratan Eropa bahkan sampai ke daratan Amerika dan Asia. 


      Di daratan Eropa dan sebagian Amerika, humor sudah dianggap menjadi bagian dari kehidupan (gauter, 1988). bahkan dianggap sebagai suatu seni yang setara dengan seni lainnya. Setelah peranan humor meningkat, terutama dalam bentuk komik dna komedi, setara satire, pada awal abad ke-20, humor memasuki era baru. Pada awal abad itu, humor sangat dominan dalam teater komedi dan film. Sampai saat itu, media massa masih merupakan ladang subur bagi kehidupan humor. Komedi dan satire tetap bertahan di kalangan tertentu. Charlie chaplin, yang dilahirkan april 1889, merupakan seorang komedian terkenal di dunia humor modern. Film yang dibintanginya memberi inspirasi yang besar sekali dalam perkembangan humor pada umumnya. Humor menjadi salah satu objek penelitian semenjak awal abad ke-20. Berbagai tulisan mengenai humor telah diterbitkan para ilmuwan dari berbagai cabang ilmu sosial, terutama dari perspektif psikologi.


      Di Indonesia, secara informal, humor juga sedah menjadi bagian dari kesenian rakyat seperti, ludruk, ketoprak, lenong, wayang kulit, wayang golek dan sebagainya. Unsur humor di dalam kelompok kesenian menjadi unsur penunjang, bahkan menjadi unsur penentu daya tarik. Humor yang istilah lainnya sering disebut dengan lawak, banyolan, dagelan, dan sebagainya, menjadi lebih terlembaga setelah indonesia merdeka, seperti munculnya grup lawak.

     Perkembangan lain terjadi pada media massa cetak, baik  majalah maupun surat kabar. 

Teori humor

      Teori humor jumlahnya sangat banyak, tidak satupun yang persis sama dengan yang lainnya, tidak satu pun yang bisa mendeskripsikan humor secara menyeluruh, dan semua cenderung saling terpengaruh.

     Dewasa ini, pengertian humor yang paling awam, ialah sesuatu yang lucu, yang menimbulkan kegelian atau tawa. Humor identik dengan segala sesuatu yang lucu, yang membuat orang tertawa. Pengertian tersebut tidak keliru. Dalam ensiklopedia indonesia (1982), seperti yang dinyatakan oleh setiawan.
   “humor itu kualitas untuk menghimbau rasa geli atau lucu, karena keganjilannya atau ketidak pantasannya yang menggelikan; paduan antara rasa kelucuan yang hakiki didalam diri manusia dan kesadaran hidup yang iba dengan sikap simpatik.”

      Lebih lanjut, teori humor dibagi dalam tida kelompok (manser, 1989), meliputi: (1) teori superioritas dan meremehkan, yaitu jika yang menertawakan berada dalam posisi super; sedangkan objek yang ditertawakan berada dalam posisi degradasi (diremehkan atau dihina). Plato, Cicero, Aristoteles, dan francis bacon (dalamGauter, 1988) mengatakan bahwa orang tertawa apabila ada sesuatu yang menggelikan dan diluar kebiasaan. 

     Menggelikan diartikan sebagai sesuatu yang menyalahi aturan atau sesuatu yang sangat jelek. Lelucon yang menimbulkan ketertawaan, juga mengandung banyak kebencian. Lelucon selalu timbul dari kesalahan/ kekhilafan yang menggoda dan kemarahan; (2) teori mengenai ketidakseimbangan, putus harapan, dan bisosiasi. Arthur Koestler (setiawan, 1990) dalam teori biosiasinya mengatakan bahwa hal yang mendasari semua bentuk humor adalah biosiasi, yaitu mengemukakan dua situasi atau kejadian yang mustahil terjadi sekaligus. Konteks tersebut menimbulkan bermacam-macam asosiasi; (3) teori mengenai pembebasan ketegangan atau pembebasan dari tekanan. Humor dapat muncul dari suatu kebohongan dan tipu muslihat; dapat muncul berupa rasa simpati dna pengertian; dapat menjadi simbol pembebasan ketegangan dan tekanan; dapat berupa ungkapan awam atau elite; dapat pula serius seperti satire dan murahan seperti humor jalan. Humor tidak mengganggu kebenaran.

      Fuad Hasan dalam tulisan “humor dan kepribadian” (1981) membagi humor dalam dua kelompok besar, yaitu (1) humor pada dasarnya berupa tindakan agresif yang dimaksudkan untuk melakuakkn degradasi terhadap seseorang; (2) humor adalah tindakan untuk melampiaskan perasaan tertekan melalui cara yang ringan dan dapat dimengerti, dengan akibat kendornya ketegangan jiwa.

Arwah setiawan (dalam Suhadi, 1989), mengatkaan sebagai berikut:

“humor itu adalah rasa atau gejala yang merangsang kita untuk tertawa atau acenderung tertawa secara mental, ia berupa rasa, atau kesadaran, di dalam diri kita (sense of humor); bisa berupa suatu gejala atua hasil cipta dari dalam maupun dari luar diri kita. Bila dihadapkan pada humor, kita bisa langsung tertawa lepas atau cenderung tertawa saja; misalnya tersenyum atau merasa tergelitik di dalam batin saja. Rangsangan yang ditimbulkan haruslah rangsangan mental utnuk tertawa, bukan rangsangan fisik seperti dikili-kili yang mendatangkan rasa geli namun bukan akibat humor.”

SEJARAH KITA:

GUYONAN GUS DUR

Kumpulan Humor Gusdur : Kyai Kontroversial yang humoris Dunia Unik | Kumpulan Humor Gusdur : Kyai Kontroversial yang humoris Kumpulan Humor Joke Lelucon Gusdur Kumpulan Humor Joke Lelucon Gusdur Meski seorang kyai kontroversial, namun ucapan Gus Dur seringkali membuat banyak orang sadar. Pernyataan-pernyataan Gus Dur memancing orang untuk ikut berpikir dan merenung. Sekalipun pandangan matanya terganggu, Gus Dur dikenal sebagai humoris. Orang yang banyak humor. Saat berbicara, dia selalu menyelipkan joke, cerita lucu, yang membuat pendengarnya tertawa. Joke-jokenya itu disukai oleh banyak tokoh dunia. “Gus, kok suka humor terus sih?” tanya seorang yang kagum karena humor Gus Dur selalu berganti-ganti. “Di pesantren, humor itu jadi kegiatan sehari-hari,” jelasnya. “Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat,” sambungnya. Humor Gusdur : Presiden Nyeleneh Gus Dur selalu dianggap aneh dan berbeda dengan orang lain. Anggapan ini juga dirasakan oleh mantan Menteri Pertahanan Mahfud MD. Dia juga merasa heran kenapa justru dirinya yang saat itu dosen di UII Yogyakarta menjadi Menhan. “Saya heran kok saya dijadikan Menhan. Gus Dur memang nyleneh. Kalau nggak nyleneh nggak mungkin memilih saya menjadi Menhan,” aku Mahfud disambut geer audien dalam satu forum talkshow di televisi swasta nasional. Mahfud juga pernah mengaku akan mundur dari posisi menteri. “Saat itu saya dapat hujatan yang luar biasa. Belum-belum kok sudah dapat kritikan luar biasa. Saya ketemu teman-teman di Yogya. Dalam suatu rapat, saya tegaskan bahwa saya akan mundur dari menteri. Eh, tidak berselang beberapa menit, Gus Dur telepon: ‘Pak Mahfud jangan mundur.” “Yah, begitulah Gus Dur. Aneh, tapi juga luar biasa,” kenang Mahfud MD. Humor Gus Dur : Orang NU Gila Rumah Gus Dur di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, sehari-harinya tidak pernah sepi dari tamu. Dari pagi hingga malam, bahkan tak jarang sampai dinihari para tamu ini datang silih berganti baik yang dari kalangan NU ataupun bukan. Tak jarang mereka pun datang dari luar kota. Menggambarkan fanatisme orang NU, kata Gus Dur, menurutnya ada 3 tipe orang NU. “Kalau mereka datang dari pukul tujuh pagi hingga jam sembilan malam, dan menceritakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmen dan fanatik terhadap NU,” tegas Gus Dur. Orang NU jenis yang kedua, mereka yang meski sudah larut malam, sekitar jam dua belas sampai jam satu malam, namun masih mengetuk pintu Gus Dur untuk membicarakan NU, “Itu namanya orang gila NU,” jelasnya. “Tapi kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu rumah saya jam dua dinihari hingga jam enam pagi, itu namanya orang NU yang gila,” kata Gus Dur sambil terkekeh. Humor Gusdur : Tak Punya Latar Belakang Presiden Mantan Presiden Abdurrahman Wahid memang unik. Dalam situasi genting dan sangat penting pun dia masih sering meluncurkan joke-joke yang mencerdaskan. Seperti yang dituturkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD saat diinterview salah satu televisi swasta. “Waktu itu saya hampir menolak penunjukannya sebagai Menteri Pertahanan. Alasan saya, karena saya tidak memiliki latar belakang soal TNI/Polri atau pertahanan,” ujar Mahfud. Tak dinyana, jawaban Gus Dur waktu itu tidak kalah cerdiknya. “Pak Mahfud harus bisa. Saya saja menjadi Presiden tidak perlu memiliki latar belakang presiden kok,” ujar Gus Dur santai. Karuan saja Mahfud MD pun tidak berkutik. “Gus Dur memang aneh. Kalau nggak aneh, pasti nggak akan memilih saya sebagai Menhan,” kelakar Mahfud. Humor Gusdur : Airport Abdurrahman Wahid Pada akhir April 2000, Gus Dur sempat ke Malang, dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh. Ini mengingatkan dia pada peristiwa belasan tahun silam, ketika dia mendarat di bandara yang sama dari Jakarta, saat masih ada penerbangan reguler dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Malang. Waktu itu Gus Dur bersama antara lain Almarhum Jaksa Agung Sukarton Marmosujono. Sebagaimana lazimnya untuk rombongan orang penting, mereka pun disambut oleh pasukan Banser NU. Ketika romobongan sudah berangkat ke Selorejo, sekitar 60 kilometer dari bandara, petugas Banser melapor pada poskonya melalui handy talky. “Halo, halo, rojer,” kata Mas Banser. “Lapor: Abdurahman Saleh sudah mendarat di airport Abdurrahman Wahid!” Yah, kebalik. Humor Gusdur : Buto Cakil Pembayar Demonstran? Punakawan selalu digambarkan sebagai kstaria. Musuhnya jelek-jelek semua, misalnya Buto Cakil. Punakawan sering diculik, dibawa berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tapi, menurut Ki Tedjo, sekarang semuanya serba tak jelas. Perilaku kesatria pun tak jelas. Yang jadi Punakawan pun tak jelas. Yang disebut istana pun tak jelas. Sebab saat ini masih banyak istana, ada yang di Cendana, ada yang di sana, pokoknya di mana-mana. “Supaya rakyat tentram, mbok ya (para elite politik) itu kalau berantem caranya yang cerdas lah. Rakyat seperti kita ini kan juga perlu tahu. Bukan begitu, Gus?” “Sebelum tahu istananya, harus tahu dulu siapa demonstrannya,” jawab Gus Dur. “Ya sebelum tahu demonstrannya, harus tahu dulu siapa yang membayari.” Humor Gusdur : Meminta Ditemani Gadis di Hotel? Seorang gadis, hitam manis, duduk di sebuah bar. “Permisi, boleh saya mentraktir Anda minum?” tawar seorang laki-laki muda menghampirinya. “Apa ke hotel?” teriak si gadis. “Bukan, bukan. Jangan salah paham. Saya hanya menawari minuman ….” “Kau meminta aku menemanimu ke hotel?” teriak si gadis lebih keras. Merasa ditolak, dengan perasaan malu, laki-laki muda itu beringsut dan duduk di sudut ruangan. Semua orang di bar menatap laki-laki dengan sinis dan mencibir. Beberapa menit kemudian, si gadis menghampiri si laki-laki muda itu. “Maafkan saya. Saya sedang menyamar. Sebenarnya, saya adalah seorang mahasiswi psikologi yang sedang mempelajari tingkah laku manusia di situasi yang tidak dikehendakinya.” Si laki-laki menatap dengan tampang dingin. Kemudian berteriak dengan amat kerasnya, “Berapa? Dua ratus ribu???” Humor Gusdur : Tukang Santet Jakarta Main hakim sendiri seakan sudah dianggap normal oleh masyarakat kita. Pelakunya bukan cuma rakyat biasa, tapi sering justru aparat yang berwenang. Paling tidak penghakiman dilakukan di depan aparat. Sampai-sampai majalah Tempo, jauh sebelum pembredelan pernah “menghitamkan” beberapa halamannyla sebagai tanda prihatin. Para pembaca Tempo tentu kaget dan heran. Bermacam dugaan pun segera muncul. Gus Dur termasuk yang heran dan menduga-duga. “Mengapakah Tempo dibuat hitam seperti itu?” tanya Gus Dur dalam “kuis imajiner”-nya. “Karena reportase soal tukang santet dan bromocorah Jember.” “Siapakah yang memerintahkan penghitaman itu?” “Tukang santet dan bromocorah Jakarta.” Humor Gusdur : Keliling Dunia Tidak Mati Kok! Empat dokter ahli menyampaikan analisis negatif terhadap kesehatan Gus Dur kepada DPR. Jauh sebelumnya, salah satu Ketua DPP Partai Golkar Agung Laksono juga pernah mengungkit masalah itu. Agung, yang juga dokter, mengusulkan agar Presiden Gus Dur diperiksa oleh tim dokter independen. Usul itu disetujui oleh Ketua MPR Amien Rais. Saat Gus Dur berkunjung ke Kairo, wartawan pun menanyakan usulan Agung Laksono itu. “Kalau mau tahu soal kesehatan sata, tanya saja sama dokter yang pernah memeriksa saya,” jawab Gus Dur serius. Kalau belum percaya? “Gampang saja, saya keliling (dunia) ini tidak mati kok,” jawab Gus Dur menekankan betapa sehatnya dia. Tapi kemudian Gus Dur bilang, “Masalah begitu jangan tanya sayalah. Saya sudah malas menjawabnya. Punya ambisi politik saja kok sampai begitu.” Humor Gusdur : Panglima AL Paraguay Paraguay dikenal sebagai salah satu negara yang tidak mempunyai laut. Tapi anehnya, negara Amerika Latin ini punya panglima angkatan laut. Suatu ketika, kata Gus Dur, Panglima AL Paraguay ini berkunjung ke negara Brasil. Dalam kunjungan itu ia menemui Panglima AL Brasil. Salah seorang staf AL Brasil yang ikut menemuinya bertanya seenaknya, “Negara bapak itu aneh ya. Tidak punya laut, tapi punya panglima seperti Bapak.” Dengan kalem sang tamu pun menanggapio, “Negeri Anda ini juga aneh, ya. Hukumnya tidak berjalan, tapi merasa perlu mengangkat seorang menteri kehakiman.” Humor Gusdur : Sate Babi Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius. Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram? Gus Dur: Babi Ajudan: Yang lebih haram lagi Gus Dur: Mmmm … babi mengandung babi! Ajudan: Yang paling haram? Gus Dur: Mmmm … nggg … babi mengandung babi tanpa tahu bapaknya dibuat sate babi! Humor Gusdur : Gus Dur “Diplintir” Media Gus Dur, dalam satu acara peluncuran biografinya, menceritakan tentang kebiasan salah kutip oleh media massa atas berbagai pernyataan yang pernah dikeluarkannya. Dia mencontohkan, ketika berkunjung ke Sumatera Utara ditanya soal pernyataan Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew tentang gembong teroris di Indonesia, dia mengatakan, pada saatnya nanti akan mengajarkan demokratisasi di Singapura. Namun, sambungnya, media massa mengutip dia akan melakukan demo di Singapura. Walah … walah, gitu aja kok repot! Humor Gusdur : Kuli dan Kyai Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab. Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin! Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?” “Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.” Humor Gusdur : Siapa yang Paling Berani Di atas geladak kapal perang US Army tiga pemimpin negara sedang “berdiskusi” tentang prajurit siapa yang paling berani. Eh kebetulan di sekitar kapal ada hiu-hiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan … Bill Clinton: Kalau Anda tahu … prajurit kami adalah yang terberani di seluruh dunia … Mayor .. sini deh … coba kamu berenang keliling ini kapal sepuluh kali. Mayor: (walau tahu ada hiu) siap pak, demia “The Star Spangled Banner” saya siap ,,, (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu). Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!! Clinton: Hebat kamu, kembali ke pasukan! Koizumi: (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) … coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50 kali … ! Sersan: (melihat ada hiu … glek … tapi) for the queen I’am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut dan berenang keliling 50 kali … dan dikejar hiu juga). Sersan: (menghadap sang perdana menteri) GOD save the queen!!! Koizumi: Hebat kamu … kembali ke tempat … Anda lihat Pak Clinton … Prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda … (tersenyum dengan hebat …) Gus Dur: Kopral ke sini kamu … (setelah dayang …) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali … ok? Kopral: Hah … Anda gila yah …! Presiden nggak punya otak … nyuruh berenang bersama hiu … kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden …) Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak … Cumi Cumi … kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! … Hidup Indonesia … !!! Humor Gusdur : Doa Mimpi Matematika Jauh sebelum menjadi Presiden, Gus Dur dikenal sebagai penulis yang cukup produktif. Hampir tiap pekan tulisannya muncul di koran atau majalah. Tema tulisannya pun beragam, dari soal politik, sosial, sastra, dan tentu saja agama. Pernah dia mengangkat soal puisi yang ditulis oleh anak-anak di bawah usia 15 tahun yang dimuat majalah Zaman. Kata Gus Dur, anak-anak itu ternyata lebih jujur dalam mengungkapkan keinginannya. Enggak percaya? Baca saja puisi yang dibuat oleh Zul Irwan ini: Tuhan … berikan aku mimpi malam ini tentang matematika yang diujikan besok pagi Humor Gusdur : Tiga Polisi Jujur Gus Dur sering terang-terangan ketika mengkritik. Tidak terkecuali ketika mengkritik dan menyindir polisi. Menurut Gus Dur di negeri ini hanya ada tiga polisi yang jujur. “Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, polisi Hoegeng (mantan Kapolri).” Lainnya? Gus Dur hanya tersenyum. Humor Gusdur : 189 Gaya Bersetubuh Ketika semua pihak berteriak “Musnahkan pornoaksi dan pornografi di negeri ini karena nggak sesuai dengan syariat Islam,” Gus Dur justru kurang sependapat. Gus Dur berusaha mengambil contoh dari sisi pandangan Islam tentang porno tersebut. Misalnya saja ketika Gus Dur menjawab interview dengan Jaringan Islam Liberal, Gus Dur menyebut kita Raudlatul Mu’aththar sebagai korban tentang kesalahan memandang pengertian daripada kata porno. “Anda tahu, kita Raudlatul Mu’aththar (The Perfumed Garden, Kebun Wewangian) itu merupakan kitab Bahasa Arab yang isinya tata cara bersetubuh dengan 189 gaya, ha … ha … ha. Kalau gitu, kitab itu cabul dong?” Humor Gusdur : Guyon dengan Fidel Castro Nah, ini yang jadi guyonan Gus Dur sewaktu masih menjadi Presiden RI saat berkunjung ke Kuba dan bertemu pemimpin Kuba, Fidel Castro. Saat itu Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap selama di Kuba. Dan mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar pembicaraan tidak terlalu membosankan, Gus Dur pun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu guyonan. Beliau bercerita pada pemimpin Kuba, Fidel Castro, bahwa ada 3 orang tahanan yang berada dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan di situ. Tahanan pertama bercerita, “Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara.” Seperti diketahui Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba. Tahanan kedua berkata geram, “Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!” Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya. “Kalau kamu kenapa sampai dipenjara di sini?” tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga. Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati, “Karena saya Che Guevara…” Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur tersebut. Humor Gusdur : Becak Dilarang Masuk Saat menjadi presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan saat itu, Mahfud MD (buku Setahun bersama Gus Dur, kenangan menjadi menteri di saat sulit) tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik. Ceritanya ada seorang tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh polisi ketika melanggar rambu “becak dilarang masuk”. Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang berarti jalan itu tidak boleh dimasuki oleh becak. “Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini,” bentak pak polisi. “Oh saya melihat pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong, tidak ada pengemudinya. Becak saya kan ada yang mengemudi, tidak kosong berarti boleh masuk,” jawab si tukang becak . “Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk,” bentak pak polisi lagi. “Tidak pak, saya tidak bisa baca, kalau saya bisa membaca maka saya jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak seperti ini,” jawab si tukang becak sambil cengengesan. Radio Islami Seorang Indonesia yang baru pulang menunaikan ibadah haji terlihat marah-marah. “Lho kang, ngopo (kenapa) ngamuk-ngamuk mbanting radio?” tanya kawannya penasaran. “Pembohong! Gombal!” ujarnya geram. Temannya terpaku kebingungan. “Radio ini di Mekkah tiap hari ngaji Al-Qur’an terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut tok. Radio begini kok dibilang radio Islami.” “Sampean tahu ini radio Islami dari mana?” “Lha…, itu bacaannya ‘all-transistor’, pakai ’Al’.” Humor Gusdur : Membuat Orang-Orang Berdo’a Di pintu akherat seorang malaikat menanyai seorang sopir Metro Mini. “Apa kerjamu selama di dunia?” tanya malaikat itu. “Saya sopir Metro Mini, Pak.” lalu malaikat itu memberikan kamar yang mewah untuk sopir Metro tersebut dan peralatan yang terbuat dari emas. Lalu datang Gus Dur dengan dituntutn ajudannya yang setia. “Apa kerja kamu di dunia?” tanya malaikat kepada Gus Dur. “Saya presiden dan juga juru dakwah Pak…” lalu malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan dari kayu. Melihat itu Gus Dur protes. “Pak kenapa kok saya yang presiden sekaligus juru dakwah mendapatkan yang lebih rendah dari seorang sopir Metro..?” Dengan tenang malaikat itu menjawab: “Begini Pak… Pada saat Bapak ceramah, Bapak membuat orang-orang semua ngantuk dan tertidur… sehingga melupakan Tuhan. Sedangkan pada saat sopir Metro Mini mengemudi dengan ngebut, ia membuat orang-orang berdoa…” Humor Gusdur : Gus Dur Digoda Salah seorang anak Gus Dur dengan penuh rasa ingin tahu mengamati ayahnya yang sedang memoleskan krim pembersih wajah yang dicurinya dari meja rias istrinya ke seluruh bagian mukanya. “Kenapa sih…Bapak selalu mengoleskan itu di wajah?” tanya anak itu. “Supaya bapakmu ini ganteng terus,” jawab Gus Dur. Tak berapa lama kemudian Gus Dur mengambil kapas dan mengusap krem yang menempel di wajahnya seperti yang sering dilakukan istrinya. “Lho kok dihapus sih Pak? Putus asa ya…?” goda anaknya. Humor Gusdur : Horas Gaya Jawa Dalam menyampaikan pengantar pidato kenegaraan menyambut HUT ke-55 RI itu Gus Dur juga menyinggung soal keragaman etnis di Indonesia. Maka, kata Gus Dur, jangan heran kalau ada anggota DPR yang berasal dari Sumatra Utara menyapa dengan horas sebagai salam hangat perkawanan. Sebagai orang yang berasal dari suku Batak, Ketua DPR Akbar Tandjung tak mau kalah dengan Gus Dur yang berasal dari suku Jawa itu. Maka, selesai Gus Dur memberikan pidato, Akbar pun langsung menimpali. “Saya juga orang Batak,” kata Akbar, yang beristri orang Solo. “Tapi, kalau orang Batak seperti saya, yang sudah lama di Jawa, akan beda menguncapkannya.” Lho, di mana pula letak perbedaannya, Bah? “Ya, orang Batak yang lama di Jawa seperti saya ini akan mengatakan horaaa…s,” ujar Akbar dengan nada lembut. Humor Gusdur : Semua Presiden Punya Penyakit Gila Kelihaian Gus Dur dalam melakukan serangan politik sambil berkelit dengan mengundang senyum geli memang tak diragukan lagi. Serangan atau kelitan poitik Gus Dur kerap mengundang tawa geli karena selain sangat keras juga lucu. Dia memang dikenal sebagai penyaji humor politik tingkat tinggi. Kita masih ingat humor politik Gus Dur yang dilempar kepada Presiden Kuba Fidel Castro. Ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuba, Gus Dur memancing tawa saat menyelingi pembicaraannya dengan Castro bahwa semua presiden Indonesia punya penyakit gila. Presiden pertama Bung Karno gila wanita, presiden kedua Soeharto gila harta, presiden ketiga Habibie benar-benar gila ilmu, sedangkan Gus Dur sendiri sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila. Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur langsung bertanya. “Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?” Castro menjawab sambil tetap tertawa, “Saya termasuk yang ketiga dan keempat.” Apa selesai sampai di situ? Tidak. Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie, Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu. Merasa tak enak untuk menyebut Habibie benar-benar gila atau gila beneran, Gus Dur memodifikasi cerita tersebut. Kepada Habibie, dia mengatakan, dirinya bercerita kepada Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat. Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan. Selain menghindari menyebut Habibie benar-benar gila, jawaban itu sekaligus merupakan jawaban Gus Dur yang bersahabat atas kritik bahwa dirinya sebagai presiden banyak pergi ke luar negeri seperti berwisata saja. Humor Gusdur : Bukan Saya Di sebuah sekolah dasar di Los Palos, Timtim, seorang sersan kepala yang galak jadi guru pengganti. Kali ini dia mengajarkan sejarah kemerdekaan RI untuk anak-anak kelas III. Untuk menguji daya tangkap para muridnya, ia bertanya dengan suara keras, “Coba, siapa yang menurunkan bendera merah, putih, biru, di Hotel Oranye Surabaya?” Murid-murid yang terlanjur dicekam rasa ketakutan serentak menjawab, “Bukan saya, Pak. Jangan tangkap saya!” Humor Gusdur : Sopir Metromini dan Juru Dakwah Di pintu akherat seorang malaikat menanyai seorang sopir Metro Mini. “Apa kerjamu selama di dunia?” tanya malaikat itu. “Saya sopir Metro Mini, Pak.” Lalu malaikat itu memberikan kamar yang mewah untuk sopir Metro tersebut dan peralatan yang terbuat dari emas. Lalu datang Gus Dur dengan dituntun ajudannya yang setia. “Apa kerja kamu di dunia?” tanya malaikat kepada Gus Dur. “Saya mantan presiden dan juga juru dakwah Pak…” lalu malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan dari kayu. Melihat itu Gus Dur protes. “Pak kenapa kok saya yang mantan presiden sekaligus juru dakwah mendapatkan yang lebih rendah dari seorang sopir Metro..?” Dengan tenang malaikat itu menjawab: “Begini Pak… Pada saat Bapak ceramah, Bapak membuat orang-orang semua ngantuk dan tertidur… sehingga melupakan Tuhan. Sedangkan pada saat sopir Metro Mini mengemudi dengan ngebut, ia membuat orang-orang berdoa ….” Humor Gusdur : Soeharto Pilih NU ‘Diskon’ Suatu hari, di bulan Ramadan, Gus Dur bersama seorang kiai lain (kiai Asrowi) pernah diundang ke kediaman mantan presiden Soeharto untuk buka bersama. Setelah buka, kemudian salat Maghrib berjamaah. Setelah minum kopi, teh dan makan, terjadilah dialog antara Soeharto dan Gus Dur. Soeharto: “Gus Dur sampai malam di sini?” Gus Dur: “Engga Pak! Saya harus segera pergi ke ‘tempat lain’.” Soeharto: “Oh iya ya ya… silaken. Tapi kiainya kan ditinggal di sini ya?” Gus Dur: “Oh, iya Pak! Tapi harus ada penjelasan.” Soeharto: “Penjelasan apa?” Gus Dur: “Salat Tarawihnya nanti itu ‘ngikutin’ NU lama atau NU baru?” Soeharto jadi bingung, baru kali ini dia mendengar ada NU lama dan NU baru. Kemudian dia bertanya. Soeharto: “Lho NU lama dan NU baru apa bedanya?” Gus Dur: ” Kalau NU lama, Tarawih dan Witirnya itu 23 rakaat.” Soeharto: “Oh iya iya ya ya… ga apa-apa….” Gus Dur sementara diam. Soeharto: “Lha kalau NU baru?” Gus Dur: “Diskon 60% !” Hahahahahaha…. (Gus Dur, Soeharto, dan orang-orang yang mendengar dialog tersebut pun tertawa.) Gus Dur: “Ya, jadi salat Tarawih dan Witirnya cuma tinggal 11 rakaat.” Soeharto: “Ya sudah, saya ikut NU baru aja, pinggang saya sakit.” (mbs) Humor Gusdur : Pasar Glodok Suatu hari Gus Dur berkeliling dunia dengan naik pesawat. Dia mengundang Clinton dan Hosni Mubarak untuk menyertainya. Ketika di tengah perjalanan, Clinton memamerkan kebanggaan negerinya. “Wah, kita sedang berada di New York!” “Loh kok bisa tahu?” tanya Gus Dur “Ini patung Liberty kepegang sama saya,” jawab Clinton. Kemudian selang beberapa lama giliran Mubarak yang angkat bicara “Sekarang kita berada di Mesir,” ujarnya “Loh kok bisa tahu?” tanya Gus Dur “Ini piramidnya nyentuh bokong saya,” jawab Mubarak. Akhirnya Gus Dur pun tidak mau kalah dan angkat bicara “Sekarang kita sudah tiba di Pasar Glodok, Indonesia!” ujarnya “Bagaimana Anda bisa tahu?” tanya Clinton dan Mubarak bersamaan “Ini buktinya, jam tangan saya hilang,” ujar Gus Dur. Humor Gusdur : Ngebor Kebanyakan “Mengapa muncul bencana lumpur dan gas panas di Sidoarjo?” tanya Gus Dur. “Ngebornya La Pindo, jadi jebol. Kalau La Pisan mungkin aman. Dalam bahasa Jawa Timuran Pindo kan dua kali, Pisan, sekali,” kata Gus Dur menjawab pertanyaannya sendiri. Humor Gusdur : Iklan Gratis handoyo ‘Gus Pur’ epigon Gus Dur bernafas lega ketika dipertemukan dengan tokoh aslinya yaitu Gus Dur, saat program Kick Andy yang diputar di Metro TV, Kamis 15/11/2007. “Apakah Handoyo pernah minta ijin langsung kepada Anda untuk menjadi Gus Dur dalam Republik Mimpi?” tanya Andy F. Noya, host program itu, kepada Gus Dur. “Abis gimana lagi, yah anggep saja sudah,” jawab Gus Dur enteng. Dalam kesempatan itu, Gus Dur mengaku senang dengan adanya tokoh Gus Pur dalam parodi politik itu. “Itung-itung advertensi (iklan) gratis,” katanya disambut gelak tawa penonton. Bahkan ketika ditanya lebih ganteng siapa antara Gus Dur dan Gus Pur. Gus Dur mengatakan Handoyo seperti iklan film foto yang bermoto ‘seindah warna aslinya’, tapi Gus Dur memplesetkannya menjadi, “lebih indah dari warna aslinya,” kata Gus Dur. Humor Gusdur : Dicium Artis Cantik Magnet sense of humor Gus Dur yang tinggi membuat kesengsem salah satu artis cantik saat hadir dalam suatu acara di rumah salah seorang pengasuh Pondok Kajen. Saking gemesnya, artis itu dengan santai langsung ngesun (mencium) pipi Gus Dur tanpa pake permisi. Jelas beberapa di antara mereka yang hadir langsung dibikin kaget dan bingung. Siapa yang kuat ngeliat kiat nyentrik cuma diem aja disun (dicium) artis cantik. Tak lama kemudian begitu sudah agak sepi, Gus Mus yang sedang di antara mereka, langsung numpahin sederet kalimat yang sudah dari tadi cuma bisa disimpan dalam hati. “Loh Gus, Kok Gus Dur diam saja sih disun sama perempuan?’ Dengan santai dan silakan bayangin sendiri gayanya, Gus Dur malah ngasih jawaban sepele. “Lha wong saya kan nggak bisa lihat. Ya mbok sampeyan jangan pengen.” Humor Gusdur : Tuhan Tak Perlu Dibela Saat kebanyakan orang saling menunjukkan diri sebagai ‘pihak yang paling garang’ dan ‘paling ngotot’ mengatakan diri mereka adalah sedang dalam perlawanan membela agama Tuhan. Jelas ini adalah sikap yang lagi-lagi gegabah. “Tuhan nggak perlu dibela,” jawaban Gus Dur kala itu. Karuan saja omongan itu juga menimbulkan kontroversi. Hingga akhirnya teman Gus Dur, KH Mustafa Bisri pun ikut angkat bicara. “Tuhan itu sebenarnya nggak butuh kita. Kalau se-Indonesia ini mau jadi kafir semua, Tuhan juga nggak akan bermasalah,” sambung Gus Mus menguatkan pernyataan Gus Dur Humor Gusdur : Maju Aja Dituntun, Apalagi Mundur Dur dalam berbagai kesempatan selalu berkata jujur. Akibat kejujurannya itu, kadang kala disertai humor “tingkat tinggi” yang membuat para pendengarnya tergelak. Salah satu contohnya kala Gus Dur menanggapi berbagai desakan agar dirinya mundur. Tanpa basa-basi dia pun menimpali. “Maju aja masih harus dituntun, apalagi mundur,” ujar Gus Dur Humor Gusdur : Presiden Wisatawan Teladan yang diberikan Gus Dur sangat banyak. Misalnya saja saat memberikan pidato di Jerman yang ikut serta mantan Presiden Indonesia BJ Habibie. Di situ Gus Dur runtut menyebutkan status kepresidenan dari masa Pak Karno sampai dirinya. “Pak Karno itu presiden yang negarawan, Pak Harto hartawan, Pak Habibie, sedang saya sendiri Wisatawan,” ujar Gus Dur jujur. Pernyataan Gus Dur itu mungkin untuk menanggapi berbagai pernyataan bahwa selama dia menjabat presiden gemar melancong/kunjungan ke luar negeri Humor Gusdur : Pikiran p o r n o Dalam suatu kesempatan Gus Dur mengeluarkan sebuah pernyataan yang sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menghina. Namun dengan itu bagian dari upaya Gus Dur menyampaikan joke. “Alquran itu kita suci yang paling p o r n o. Ya kan bener, di dalamnya ada kalimat menyusui. Berarti mengeluarkan tetek. Ya udah, cabul kan?” Mungkin dengan hanya kalimat guyonan itu sebagian masih ada yang merasa diresahkan. Masa sih ulama yang terkenal wali kaya gitu? Maka, di lain waktu Gus Dur mengulangi penjelasannya dengan memilih bahasa yang lebih sopan. “Maksudnya, itu ayat jadi por no kalau yang baca lagi punya pikiran yang ngeres. Kalau nggak, ya udah. Berarti beres.” Masih nggak puas. Karenanya pertanyaan berikutnya segera menyusul. “Tapi Gus, Alquran kan bahasanya sopan?” “Betul, juga bahasa di luar Alquran banyak yang sopan. Tapi, waktu teman saya naik bus, lihat orang lagi bunting. Terus dia mbatin kenapa bisa bunting? Mendadak ‘barangnya’ (alat kelaminnya) berdiri gara-gara pikirannya itu,” jawab Gus Dur. Ya, begitulah Gus Dur Humor Gusdur : Olimpiade Hampir tak ada negara yang rela ketinggalan mengikuti Olimpiade . Acara empat tahunan itu merupakan salah satu cara promosi negara masing-masing. Dan tentu saja , peristiwa ini juga sangat bergengsi karena acara ini diliput oleh semua media massa negara peserta. Wajarlah kalau setiap negara berusaha mengirimkan atlet terbaiknya, dengan harapan mereka bisa mendapatkan emas. Begitulah sambutan Gus Dur saat melepas tim Indonesia ke Olimpiade Sidney yang baru lalu. Gus Dur lalu bercerita tentang peristiwa yang pernah terjadi di Suriah. Pada waktu Olimpiade beberapa tahun yang lalu, tuturnya, kebetulan pelari asal Suriah merebut medali emas. Sang pelari mampu memecahkan rekor tercepat dari pemenang sebelumnya, bahkan selisih waktunya pun terpaut jauh. Maka, dia langsung dikerubuti wartawan karena punya nilai berita yang sangat tinggi. “Apa sih rahasia kemenangan anda?” tanya wartawan. “Mudah saja,” jawab si pelari Suriah, enteng, “Tiap kali bersiap-siap akan start, saya membayangkan ada serdadu Israel di belakang saya yang mau menembak saya.” Ini cerita Gus Dur tentang situasi Rusia, tidak lama setelah bubarnya Uni Soviet. Sosialisme hancur, dan para birokrat tidak punya pengalaman mengelola sistem ekonomi pasar bebas. Di masa sosialisme, memang rakyat sering antre untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok, tapi manajemennya rapi, sehingga semua orang kebagian jatah. Sekarang, masyarakat tetap harus antre, tapi karena manejemennya jelek, antrean umumnya sangat panjang, dan banyak orang yang tidak kebagian jatah. Begitulah, seorang aktivis sosial berkeliling kota Moskow untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja. Di sebuah antrean roti, setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian, aktivis itu menulis di buku catatannya, “roti habis.” Lalu dia pergi ke antrean bahan bakar. Lebih banyak lagi yang tak kebagian. Dan dia mencatat “bahan bakar habis!”, kemudian dia menuju ke antrean sabun. Wah pemerintah kapitalis baru ini betul-betul brengsek, banyak sekali masyarakat yang tidak mendapat jatah sabun. Dia menulis besar-besar “SABUN HABIS!”. Tanpa dia sadari, dia diikuti oleh seorang intel KGB. Ketika dia akan meninggalkan antrean sabun itu, si intel menegur “Hey bung! dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus, apa sih yang kamu catat?”. Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat . “Untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi”, ujar sang intel, “Kalau dulu, kamu sudah ditembak”. Sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat, “Peluru juga habis! Humor Gusdur : Salad Gus Dur nggak mati akal kalau urusan melucu. Bahkan, guyonan Gus Dur pun juga diucapkan dalam bahasa asing. Suatu ketika Gus Dur bercerita tentang ada seorang pejabat negara ini yang diundang ke luar negeri. Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri. Dalam kesempatan itu, kata Gus Dur, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji, “you like salad, madame?” “Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, Dzuhur, Asyar, Maghrib and Isya,” jawab si Nyonya percaya diri. Humor Gusdur : Derajad Sopir Angkot di atas Pak Kyai Di pintu akherat seorang malaikat menanyai seorang sopir Metro Mini. “Apa kerjamu selama di dunia?” tanya malaikat itu. “Saya sopir Metro Mini, Pak.” lalu malaikat itu memberikan kamar yang mewah untuk sopir Metro tersebut dan peralatan yang terbuat dari emas. Lalu datang Gus Dur dengan dituntutn ajudannya yang setia. “Apa kerja kamu di dunia?” tanya malaikat kepada Gus Dur. “Saya presiden dan juga juru dakwah Pak…” lalu malaikat itu memberikan kamar yang kecil dan peralatan dari kayu. Melihat itu Gus Dur protes. “Pak kenapa kok saya yang presiden sekaligus juru dakwah mendapatkan yang lebih rendah dari seorang sopir Metro..?” Dengan tenang malaikat itu menjawab: “Begini Pak… Pada saat Bapak ceramah, Bapak membuat orang-orang semua ngantuk dan tertidur… sehingga melupakan Tuhan. Sedangkan pada saat sopir Metro Mini mengemudi dengan ngebut, ia membuat orang-orang berdoa…” Humor Gusdur : Membayangkan Serdadu Israel Hampir tak ada negara yang rela ketinggalan mengikuti olimpiade. Acara empat tahunan itu merupakan salah satu cara promosi negara masing-masing. Dan tentu saja, peristiwa ini juga sangat bergengsi karena acara ini diliput oleh media massa semua negara peserta. Wajarlah kalau setiap negara berusaha mengirimkan atlet terbaiknya, dengan harapan mereka bisa mendapat medali emas. Begitulah sambutan Presiden Gus Dur saat melepas tim Indonesia ke Olimpiade Sydney kala itu. Gus Dur lalu bercerita tentang peristiwa yang pernah terjadi di Suriah. Pada waktu Olimpiade beberapa tahun lalu, tuturnya, kebertulan pelari asal Suriah memeperoleh medali emas. Sang pelari mampu memecahkan rekor tercepat dari pemenang sebelumnya. Bahkan selisih waktunya pun terpaut jauh. Maka, ia langsung dikerubuti para wartawan karena punya nilai berita yang sangat tinggi. “Apa sih rahasia kemenangan Anda? tanya wartawan. “Mudah saja” jawab si pelari Suriah, enteng. “Tiap kali bersiap-siap akan mulai, saya membayangkan ada serdadu Israel di belakang saya yang akan menembak saya.” Humor Gusdur : Gus Dur Ngelu “Saya mau bertanya sama Pak Permadi dan para hadirin.” kata Sutradara Film Garin Nugroho dalam wayangan. Biasanya, tokoh-tokoh baik itu kalau situasinya susah pada berubah semua. Petruk misalnya, ketika mau jadi raja tiba-tiba berubah wataknya. Permadi yang ditanya Gus Dur yang mnejawab. Ia membenarkan bahwa watak Petruk berubah ketika ia mau menjadi raja. “Makanya, kalau mencari pemimpin mestinya yang tak gampang berubah,” tambah Gus Dur. “Kalau menurut Pak Permadi, Gus Dur itu berubah tidak? celetuk seorang hadirin. “Ya, agak berubah,” jawab Permadi. “Misalnya dalam hal apa?” “Misalnya, kalau dulu Gus Dur itu masih suka kumpul-kumpul dengan saya, sekarang hampir tidak pernah lagi.” “Kalau itu sih sebabnya sederhana,” sahut Gus Dur. “Sederhana bagaimana Gus?” kejar hadirin. “Ngelu (pusing).” Humor Gusdur : Anggur Mukti Ali Pada kunjungan keliling Eropa bulan Februari 2000, Gus Dur ketemu para kepala negara/pemerintahan. Dia antara lain ketemu Presiden Perancis Jacques Chirac. Untuk mencairkan suasana, seperti biasa, dia memasang jurus ampuhnya: humor. Dan tentu saja guyonan yang dipilihnya adalah sedikit banyak ada sangkutannya dengan tuan rumah. Menurut Gus Dur, pada tahun 1970-an di Indonesia mulai diupayakan dialog antaragama. Penggagasnya adalah Prof Mukti Ali, waktu itu menteri agama. “Saya sangat setuju dengan prinsipnya, tapi tidak setuju dengan contoh yang diberikan Mukti Ali,” ujar Gus Dur. “Mengapa?” tanya Presiden Chirac, mulai heran. “Menurut Mukti Ali, semua agama itu sama saja; sama bagusnya, sama luhurnya. Ini saya setuju. Tapi dia memberi contoh dengan menyebut anggur. Ini saya tidak setuju. Sebabm, kata Mukti Ali, agama-agama itu seperti anggur. Bisa dimasukkan ke gelas yang pendek, yang lonjong, yang bulat dan sebagainya, tapi isinya sama saja; anggur.” “Lho, mengapa Anda tidak setuju?” tanya Chirac, belum paham juga. “Sebab anggur itu macam-macam, wadahnya juga macam-macam. Tidak bisa sembarangan.” “Ya, betul, betul,” kata Chirac sambil tertawa. “Saya tahu benar tentang hal itu sebab saya orang Prancis.” Humor Gusdur : Kayak Digigit Semut Ketika menunggu giliran di ruang tungngu pasien, seorang pria remaja berumur 13 tahun bertanya kepada bapaknya, “Paka! kalau kita disuntik itu, sakit ya, Pak?” “Oh, tentu saja tidak Nak! Kalau kita disuntik itu, rasanya seperti digigit semut!” Beberapa saat kemudian, tibalah saatny si anak remaja ini masuk ke kamar periksa tanpa mau diantar bapaknya setelah ia mengetahui kalau disuntik itu rasanya seperti digigit semut. Lima menit kemudian, si Bapak yang menunggu di ruang tunggu pasien ini terkejut mendengar jeritan sang dokter yang kemudian disusul jeritan anaknya. Setelah pintu kamar periksa dibuka, dilihatnya anaknya yang berjalan pincang dengan pahanya yang biru bengkak, dan mata sang dokter pun juga membengkak. “Lho! Anak saya ini kenapa, Dok? Kok, jalannya pincang begini?” tanya si Ayah kepada sang dokter. “Begini, Pak,” papar sang dokter, “Ketika anak bapak ini mau saya suntik, tiba-tiba dia meronta-ronta kemudian mata saya dipukul oleh dia, dan …” “Bapak bohong!!!” protes anak remaja itu kepada bapaknya, “Bapak bilang kalau disuntik itu rasanya seperti digigit semut, ternyata, seperti digigit buaya! Buktinya, lihat ini! bekas gigitannya!” Humor Gusdur : Siapa Lebih dekat dengan Tuhan Perbedaan dalam berbagai hal termasuk aliran dan agama, kata mantan Presiden RI ini, sebaiknya diterima karena itu bukan sesuatu masalah. Jika sudah bisa menerima perbedaan maka akan lebih terbuka dalam berdialog, bahkan kata Gus Dur, lahir lelucon seperti yang dilontarkan seorang kyai, bhiksu, dan pendeta. “Pendeta mengatakan; Kami dekat sekali dengan Tuhan. Jadi kami memangil Tuhan Anak, Tuhan Bapak. Si bhiksu menimpali; Kami juga dekat. Bukan manggil Bapak, tapi Om. Lha bagaimana dengan Anda, pak kyai? Pak Kyai menjawab; Boro-boro deket, manggil-nya aja mesti pake menara,” urai Gus Dur diiringi tawa seisi ruangan. Humor Gusdur : Mana Kuli Mana Kyai ??? Rombongan jamaah haji NU dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa. Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius dalam bahasa Arab. Melihat itu, rombongan jamaah haji tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: Amin, Amin, Amin! Gus Dur yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka: “Lho kenapa Anda berkerumun di sini?” “Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi pakai serban, mereka itu pasti kyai.” Politik Humor Gus Dur Oleh Moh. Mahfud M.D. Seorang pejabat tinggi, sebut saja si Fulan, merasa deg-degan dicap sebagai koruptor oleh Gus Dur. Sebab, Gus Dur mengatakan bahwa perbuatan tertentu yang dilakukan si Fulan tak bisa lain kecuali diartikan korupsi. “Dibolak-balik bagaimanapun, itu adalah korupsi. Titik,” kata Gus Dur. Mungkin atas permintaan si Fulan atau diimbau orang lain, salah seorang yang dekat dengan Gus Dur meminta agar Gus Dur tak lagi menyerang si Fulan, apalagi dengan tuduhan korupsi. Si Fulan dalam kasus itu sama sekali tak melakukan korupsi, melainkan sekadar meneruskan secara resmi sebuah permohonan. Apalagi, ada yang memalsukan susbtansi persoalannya. Gus Dur pun setuju untuk tak lagi mengatakan si Fulan korupsi Tetapi besoknya, Gus Dur bilang si Fulan itu tergolong teroris karena ikut mendalangi beberapa kerusuhan. Ketika ditanya mengapa masih menyerang si Fulan, padahal sudah menyatakan tak akan menyerangnya lagi, Gus Dur pun menjawab bahwa dirinya sudah memenuhi janji untuk tidak lagi mengatakan si Fulan korupsi. “Saya tadi kan tak bilang dia korupsi, saya hanya bilang teroris,” jawabnya enteng. *** Cerita tersebut menunjukkan kelihaian Gus Dur melakukan serangan politik sambil berkelit dengan mengundang senyum geli. Serangan atau kelitan poitik Gus Dur kerap mengundang tawa geli karena selain sangat keras juga lucu. Dia memang dikenal sebagai penyaji humor politik tingkat tinggi. Kita masih ingat humor politik Gus Dur yang dilempar kepada Presiden Kuba Fidel Castro. Ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke Kuba, Gus Dur memancing tawa saat menyelingi pembicaraannya dengan Castro bahwa semua presiden Indonesia punya penyakit gila. Presiden pertama Bung Karno gila wanita, presiden kedua Soeharto gila harta, presiden ketiga Habibie benar-benar gila alias gila beneran, sedangkan Gus Dur sendiri sebagai presiden keempat sering membuat orang gila karena yang memilihnya juga orang-orang gila. Sebelum tawa Castro reda, Gus Dur langsung bertanya. “Yang Mulia Presiden Castro termasuk yang mana?” Castro menjawab sambil tetap tertawa, “Saya termasuk yang ketiga dan keempat.” Apa selesai sampai di situ? Tidak. Ketika mengunjungi Habibie di Jerman, oleh orang dekat Habibie Gus Dur diminta mengulangi cerita lucunya dengan Castro itu. Merasa tak enak untuk menyebut Habibie benar-benar gila atau gila beneran, Gus Dur memodifikasi cerita tersebut. Kepada Habibie, dia mengatakan, dirinya bercerita kepada Castro bahwa presiden Indonesia hebat-hebat. Kata Gus Dur, Presiden Soekarno negarawan, Presiden Soeharto seorang hartawan, Presiden Habibie ilmuwan, sedangkan Gus Dur wisatawan. Selain menghindari menyebut Habibie benar-benar gila, jawaban itu sekaligus merupakan jawaban Gus Dur yang bersahabat atas kritik bahwa dirinya sebagai presiden banyak pergi ke luar negeri seperti berwisata saja. Gus Dur memang sangat humoris. Bahkan, pelawak-pelawak Srimulat jadi kelabakan jika beradu lucu dengan Gus Dur. Suatu saat, Tarzan Srimulat dan kawan-kawan mengaku kehabisan bahan untuk melucu karena acaranya didahului dengan sambutan Gus Dur yang sangat lucu. Dalam melucu, Gus Dur tak jarang memulai dengan menertawai dirinya sendiri sehingga orang lain tak tersinggung. Ketika berceramah di depan kerumunan massa, misalnya, Gus Dur mengajak massa untuk membaca salawat bersama-sama dengan suara keras. Setelah itu, dia mengatakan, selain mencari pahala, ajakan membaca salawat tersebut adalah untuk mengetahui berapa banyak orang yang hadir. “Dengan lantunan salawat tadi, saya jadi tahu berapa banyak yang hadir di sini. Habis, saya tak bisa melihat. Jadi, untuk tahu besarnya yang hadir, ya dari suara salawat saja,” jelasnya. Tapi, humor dan kelitan Gus Dur bukan sekadar lucu-lucuan. Ketika pada 1998/1999 terjadi kontroversi panas mengenai wacana negara kesatuan dan negara federal, Gus Dur menawarkan solusi agak lucu tetapi mengena. Ketika itu, Amien Rais dengan bendera PAN mengajak kita berwacana atau memikirkan kemungkinan Indonesia menjadi negara federal. Menurut Amien, negara federal bisa lebih demokratis diterapkan di negara sebesar Indonesia. Ajakan itu kontan mendapat tanggapan panas, misalnya, dari Akbar Tandjung (Golkar) dan Megawati (PDIP). Amien diserang habis karena dianggap mau merusak keutuhan dan persatuan bangsa dan negara. Ketika ditanya soal kontroversi itu, Gus Dur mengatakan, negara federal baik karena menjamin lebih demokratis, sedangkan negara kesatuan baik karena lebih menjamin keutuhan bangsa. “Kalau saya begini saja, namanya tetap negara kesatuan, tapi isinya pakai negara federal. Gitu saja kok repot,” kata Gus Dur dalam wawancara eksklusif dengan RCTI. *** Entah kebetulan, entak tidak, sesudah itu Amien menarik gagasannya soal wacana negara federal karena banyak yang belum paham. Kata Amien, yang penting lebih demokratis. Kalau nama federal tak diterima, ya sudah. Hebatnya lagi, UU No 22/1999 (kemudian diubah dengan UU No 32/2004) tentang Pemerintah Daerah tetap menganut negara kesatuan, tetapi isinya meniru negara federal. Dalam UU tersebut, pemerintah pusat hanya diberikan urusan-urusan yang biasa dimiliki negara federal, yaitu keuangan, hubungan luar negeri, hankam, dan peradilan (kemudian ditambah dengan urusan agama). Saat ini, Gus Dur dirawat di rumah sakit. Tapi, media massa memberitakan bahwa dari tempat perawatannya di RSCM Gus Dur masih terus melontarkan humor-humor politik yang menyegarkan. Humor bagi Gus Dur adalah vitamin yang menyehatkan.Moh. Mahfud M.D., menteri pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid, kini anggota DPR-RI dari PKB

PENGERTIAN SEJARAH



Pengertian Sejarah

 Sejarah merupakan salah satu hal yang saat ini berkaitan erat dengan kehidupan kita dan mengandung berbagai makna dan kontroversi mengenai apa sesungguhnya pengertian sejarah seperti yang dipahami selama ini.


Pengertian Sejarah Menurut "Bapak Sejarah" Herodotus,

Sejarah ialah satu kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat dan peradaban.